bookmark_borderKasubag TU Beri Motivasi Kepada Para Calon GTT Dan PTT Pendis

Larantuka (Humas) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yoseph Aloysius Babaputra, S.Fil, MM berkesempatan memberikan motivasi kepada para peserta seleksi Guru Tidak Tetap tingkat satuan pendidikan MI di aula Kantor Kemenag Flotim, Rabu (15/01/2020). Beliau didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, Drs. Bakir Doni Pulo dan Pengawas Madrasah, Malik Kadir, S.Ag.

Dihadapan para peserta seleksi, Bobby babaputra menyampaikan banyak hal tentang manfaat dan pentingnya menjadi guru madrasah dan menjadi bagian dari Kementerian Agama yang saat ini sedang diperjuangkan oleh para peserta seleksi. 

“ kalian adalah kompetitor hebat yang siap berjuang untuk mendapatkan tempat di Kementerian Agama dengan tugas di madrasah, maka syukuri pengalaman ini dan syukuri pekerjaan yang akan kalian geluti di madrasah nantinya”, jelasnya.

Beliau menambahkan pelaksanaan seleksi Guru Tidak Tetap (GTT) bertujuan untuk memilah dan memilih orang-orang yang memiliki SDM yang tepat untuk berada di lingkungan madrasah, sehingga hal ini patut disyukuri bagi orang yang mendapat amanah bekerja di lingkungan madrasah.

Terkait dengan status Guru Tidak Tetap (GTT) atau Pegawai Tidak Tetap (PTT), mantan Kasubag Inmas Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT ini  mengatakan Guru Tidak Tetap atau Pagawai Tidak Tetap mendapatkan upah yang sama dari negara.  Maka diharapkan kita semua baik PNS maupun GTT/PTT harus berbakti seutuhnya kepada negara.

“ persembahkanlah segala keterampilan, ilmu, kemampuan yang ada untuk negara dalam hal ini mencerdaskan kehidupan anak-anak dan generasi kita di madrasah”, tambahnya.

Diakhir kesempatannya Kasubag TU menegaskan sebagai bagian dari Kementerian Agama, para GTT atau PTT bukan hanya sekedar menyalurkan ilmu tetapi lebih dari itu setiap kerja yang dilakukan adalah bagian dari ibadah. Seluruh GTT atau PTT harus bisa menjadi contoh dan teladan yang baik bagi lingkungan madrasah sehingga dapat membantu membentuk karakter peserta didik yang berilmu dan beriman.

Usai kegiata Seleksi, salah seorang Penguji yakni Pengawas Madrasah, Malik Kadir, S.Pd menungkapkan sebanyak 73 orang mengikuti seleksi ini baik GTT dan PTT pada madrasah. Dari seleksi administrasi yang dilakukan, beliau meyakini ke 73 peserta tersebut akan diakomodir karena sudah memiliki pengalaman sebagai GTT dan PTT serta memenuhi kriteria secara administrasi. Sementara untuk tes wawancara semuanya sudah  berjalan secara proposional  berkat pengalaman-pengalaman yang sudah mereka kerjakan selama ini.

Sementara guru MIN 1 Flores Timur, Sri Hartini Ina Aran Bahi, S.Pd.SD diminta penadapatnya mengungkapkan harapannya untuk dapat diakomodir menjadi GTT di MI karena melihat perjuangan mereka untuk megikuti seleksi ini. “ kami datang disini dengan sebuah perjuangan yang luar biasa di tengah kondisi cuaca seperti ini, serta pengalaman-pengalaman serta karya  yang sudah kami lakukan  di satuan pendidikan kami”, harapnya.(***peter)

bookmark_borderKasubag TU Ingatkan Kerja Adalah Ibadah

Larantuka (Humas) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yoseph Aloysius Babaputra, S. Fil, MM memimpin apel Siaga di lingkup Kantor Kemenag Flotim, Senin (13/01/2020) di aula Kantor Kemenag Flotim.

Apel rutin mingguan yang dilaksanakan untuk peningkatan kesiapsiagaan dan semangat kerja bagi seluruh ASN Kantor Kemenag Flotim tersebut dimanfaatkan secara baik oleh Boby Babaputra sapaannya untuk menegaskan kembali tentang arti kerja dan pelayanan dari ASN Kementerian Agama. 

“bahwa sesungguhnya pekerjaan yang kita laksanakan merupakan bagian dari ibadah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa”ungkapnya.

“selain menjadi ibadah, kerja bagi setiap ASN juga merupakan pertanggungjawaban kepada bangsa dan negara karena upah dan kesejahteraan yang kita peroleh” sambungnya. 

Beliau meminta agar seluruh jajaran Kementerian Agama  dapat mengimplementasiikan semangat kerja dan pelayanan tersebut dalam seluruh karya dan pengabdian di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur karena arahan serupa juga telah diseruhkan oleh para pimpinan Kementerian Agama secara berjenjang.  Selain itu kepada seluruh pejabat dan staf yang hadir Bobby Babaputra juga mengingatkan tentang kewajiban-kewajiban yang harus diselesaikan di awal tahun 2020 ini seperti laporan tahunan, capaian kinerja serta penilaian DP3 seluruh PNS.  (***peter)

bookmark_borderBertugas Hari Pertama Kasubag TU Dikira Staf

Larantuka (Inmas) – Peristiwa ini terjadi ketika Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yoseph Aloysius Babaputra, S.Fil, MM melaksanakan tugas hari pertama setelah dilantik menjadi Kasubag TU Kemenag Flotim.

Usai mengikuti kegiatan Senam Lin ting kung bersama para ASN, Jumad (10/01/2020) di aula Kantor Kemenag Flotim, sekitar jam 10.00 wita Boby Babaputra Kasubag TU Kemenag Flotim mengunjungi setiap ruangan unit/seksi di lingkup Kantor Kemenag Flotim. Beliau mengunjungi tiga unit di Sub Bagian Tata Usaha dan berbincang-bincang dengan stafnya tentang keadaan di masing-masing ruangan. Setelah itu ia pun hendak menuju ke ruangan setiap seksi. Melewati ruangan aula, mendadak tiga orang guru Pendidikan Agama Katolik, masing-masing atas nama : Theresia Perada Liman, Fransiska Tuto Nasan dan Bibiana Bawang Bura memanggilnya . Beliau menghampiri ke tiga guru tersebut dan menanyakan bagaimana. Sontak ke tiga guru tersebut langsung menanyakan nomor hand phone bendahara Pendidikan Katolik Gusti Pello.

“ pak bisa kasih kami nomor hp pak gusti”, tanya mereka.

Kaget mendengar pertanyaan tersebut, Boby Babaputra langsung menetralisir keadaan dan mengarahkan  hal tersebut kepada seorang PTT yang ada  disekitar itu. Beliau langsung berjalan menuju ruangan penyelenggara Kristen.

PTT atas nama Jelito Jentil yang tetap berada di samping ketiga guru tersebut langsung memperkenalkan bahwa yang ditanyai oleh para guru tersebut adalah Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Flotim yang  baru atas nama Pak Bobya Babaputra.  Mendengar penjelasan tersebut ketiganya langsung kaget dan wajah mereka pun berubah. Malu dan kaget terlihat jelas.

“ dia muda sekali dan kami tidak tau  bahwa dia seorang Kasubag”, ungkap ibu Theresia Perada Liman.

Ceritapun beredar dan lantas didengar oleh salah seorang staf Pendidikan Katolik, Anton Assan. Ia menghampiri ketiganya dan membenarkan bahwa itu adalah seoarang Kasubag TU. Selain itu Anton Assan pun menyesalkan ketidaktahuan ketiga guru tersebut. “ kalian guru sertifikasi, punya hp android tolong manfaatkan tekhnologi tersebut untuk mengupdate setiap  informasi kantor kita. saya akan laporkan kalian semua di Kepala Seksi Pendidikan Katolik”, ancam  anton dengan nada kesal.