bookmark_borderUskup Larantuka : Kita Tidak Mau Ada Klaster baru dari Gereja

Larantuka(Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur Martinus Tupen Payon,  Selasa (09/06/2020) menemui sejumlah pimpinan lembaga keagamaan di Kabupaten Flores Timur.  Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang sudah dilakukan sebelumnya dengan Bupati Flores Timur,  Antonius Hubertus Gege Hajon. 

Para pimpinan lembaga keagamaan yang dimaksud yakni Yang Mulia Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung,  Ketua MUI Kab. Flores Timur Ahmad Bethan, SH dan Ketua Majelis GMIT Ebenhaezar Larantuka, Pdt. Damaris Tubatonu,  S. Th. Dalam setiap pertemuan Martinus Tupen Payon menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pemimpin agama atas kerjasamanya bersama pemerintah secara berjenjang dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Flores Timur.  Hal yg dirasa luar biasa yakni semua pemimpin lembaga keagamaan mengikuti himbauan pemerintah sehingga dapat meniadakan perayaaan keagamaan yg bersifat massal dan juga pelaksanaan peribadatan yang dilaksanakan di rumah atau secara on line demi keselamatan seluruh umat di tengah ancaman Covid-19.

Selain itu Kakankemenag Flotim juga menyampaikan Surat Edaran Menteri Agama RI nomor 15 Tahun 2020 tentang

Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif Dan Aman Covid Di Masa Pandemi.

Para pimpinan lembaga keagamaan menyambut baik Edaran tersebut dan akan mempersiapkan segala sesuatu sperti yg termuat di dalamnya,  sambil menunggu keputusan Pemerintah Daerah Flores Timur selanjutnya.

Pertemuan Antara Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Flores Timur, Kasubag Tata Usaha dan Kepala Seksi Urusan Agama Katolik dengan Bapa Uskup Larantuka Larantuka, Mgr.  Fransiskus Kopong Kung.

Uskup Larantuka, Mgr.  Fransiskus Kopong Kung mengatakan himbauan pemerintah itu diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat atau umat menurutnya harus lebih disiplin atau ditertibkan dan segala sarana prasarana tersedia dan memenuhi tuntutan protokol kesehatan.

Gereja harus disterilkan terlebih dahulu, di setiap pintu masuk ada alat cuci tangan, minimal 4 tempat cuci pada masing masing pintu masuk, jarak tempat duduk diatur, suhu badan diukur, petugas kesehatan selalu ada.

” kita harus memastikan bahwa semuanya harus dalam kondisi siap, karena kita tidak ingin ada muncul klaster baru dari gereja”, ucapnya tegas.

Terkait dengan kegiatan peribadatan di gereja untuk umat Katolik, Uskup Larantuka mengatakan pelaksanaan peribadatan di gereja untuk umat Katolik belum bisa dilaksanakan sampai akhir juni 2020 untuk melihat perkembangan saat ini. “kita tunggu sampai akhir juni”, pungkasnya. (***peter)

bookmark_borderKasubag TU Flotim Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Ash-Shamad Samasoge

Larantuka (Humas) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yoseph Aloysius Babaputra, S.Fil, MM mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ash-Shamad Samasoge – Kecamatan Wotan Ulumado, Kamis (30/01//2020). Turut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Flores Timur, Abdur Rajak Jakra, SH, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Flotim, Hafidz Syarif, S.Ag, Kepala Desa Samasoge dan Ketua BPD, para Imam Masjid, tokoh masyarakat, tokoh adat serta masyarakat.

Abdur Rajak Jakra dalam sambutannya mengatakan  umat  muslim memerlukan siraman nilai-nilai ilahian yang terpancar dari hakikat Masjid, tempat bersujud kepada Sang Pencipta, ditengah berbagai masalah, konflik dan mungkin perseteruan diperlukan perekat kuat yang menjalin jiwa-jiwa yang masih memiliki rasa kemanusiaan yang itu semua digali dari nilai-nilai spiritual dan insaniah dari aktifitas umat di Masjid.   Umat Islam menurutnya perlu lebih memaknai keberadaan Masjid  sebagai benteng moral masyarakat.

“ melalui masjid-masjid yang yang tersebar di setiap pelosok  tanah air, kini saatnya kita  membangkitkan kembali kesadaran umat Islam untuk memelihara, memulihkan citra diri sebagai Muslim”, imbuhnya.

Beliau lebih jaun mengatakan, Masjid merupakan sebaik-baik tempat di muka bumi ini, disanalah tempat peribadatan seoarang hamba kepada Allah dengan tujuan memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah semata. Dari sanalah titik pangkal penyebaran tauhid, Allah SWT telah memuliakan masjid-masjidnya dengan tauhid. Dan diantara ibadah yang sangat agung kepada Allah SWT adalah memakmurkan Masjid Allah.

Bentuk memakmurkan Masjid menurut Asisiten I Setda Flotim ini yakni pemakmuran secara lahir maupun batin. Secara batin yaitu memakmurkan Masjid dengan Sholat berjamaah, tilawah Al’ Quran, dzikir, belajar dan mengajarkan ilmu-ilmu agama, kajian-kajian ilmu dan berbagai ibadah yang dicontohkan  oleh Rasulullah SAW.

Sementara Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Flotim, Yoseph Aloysius Babaputra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat  dan donatur yang bersedia memberikan sumbangan untuk pembangunan Masjid Ash’ Shamad Samasoge ini. Ia berharap agar pembanguna Masjid dapat berjalan lancar dan sukses. “ pimpinan dan seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur  mendukung penuh kegiatan pembangunan masjid ini  dan semoga berjalan lancar dan sukses”, ucapnya. (***Agus/peter)