bookmark_borderMartinus Tupen Payon Sebut Adolf Ch. B.Abanat Sebagai “Kebelen” Lewotana, Tapi Ada Syaratnya, Apa Itu?

Larantuka (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S,Ag, Jumad (09/08/2019) telah melantik Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur yang baru, Adolf Ch. B. Abanat, SH, bersama dengan Kepala MTs.N 2 Flores Timur yang baru, Mohammad Ismail, S,Ag.  Pelantikan tersebut dihadiri oleh seluruh  jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Pengurus Dharma Wanita Persatuan  Kementerian Agama Kab. Flores Timur, para keluarga dari kedua  pejabat yang baru dilantik.

Martinus Tupen Payon mengucapkan proficiat dan selamat kepada kedua pejabat yang dilantik tersebut dan secara khusus kepada Adolf Ch.B Abanat, SH, Martin Tupen mengucapkan selamat datang di Kabupaten  Flores Timur. Baginya Adolf Abanat yang menjabat sebagai Penyelenggara Kristen saat ini merupakan “ kebelen “ lewotana atau  termasuk orang besar di Kabupaten Flores Timur.

“ Kalau dulu sebagai mosalaki di bajawa, maka sekarang saudara menjadi “ kebelen” lewotana ini”, ungkapnya disambut tepukan tangan meriah. Sementara Adolf Ch. B Abanat hanya tersenyum.

Namun beliau melanjutkan, untuk menjadi Kebelen atau orang besar diKabupaten Flores Timur tentunya harus memenuhi satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pak Adolf.  Satu persyaratan mutlak tersebut menurut Kakankemenag Flotim, Martinus Tupen Payon, hanya bisa diisi dan dilakukan oleh yang bersangkutan sendiri.

“ persyaratan hanya bisa diisi oleh pak Adolf Sendiri” lanjutnya, yang juga disambut tepukan tangan dan tawa para peserta yang hadir. Dari beberapa sumber yang  coba dihubungi Inmas, mengatakan bahwa status Pak Adolf Ch.B Abanat saat ini masih single atau masih bujang. Mungkinkan ini yang menjadi satu persyaratan seperti yang dimaksudkan oleh Kakankemenag Flotim? Sejak berita ini diturunkan saat ini Kakakmenenag Flotim belum menjelaskan satu persyaratan tersebut. (***peter)

bookmark_borderKakankemenag Flotim Lantik Penyelenggara Kristen Dan Kepala MTsN 2 Flotim

Larantuka (Inmas) – Kekosongan jabatan pengawas dan Kepala Madrsah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur akhirnya terisi setelah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S. Ag melantik dua pejabat baru di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Jumad, (09/08/2019) di aula Kantor Kemenag Flotim.

Pelantikan tersebut sesuai Surat Keputusan Menteri Agama Nomor : 9135/Kw.19.1/2/Kp.07.6/07/2019 yang memindahkan dan mengangkat Adolf Ch.Abanat, SH dalam jabatan Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, dan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor : 9138/Kw.19.1/2/Kp.07.5/07/2019 yang mengangkat Mohammad Ismail, S.Ag dalam jabatan Kepala MTs.N 2 Flores Timur.

Dalam amanatnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S,Ag menekankan tentang tugas jabatan pengawas sesuai amanah undang-undang tentang struktur jabatan.  Secara khusus kepada Penyelenggara Kristen yang barusan dilantik beliau mengingatkan  tentang tugas-tugas administrasi yang harus dilaksanakan dan dikerjakan  yang diberikan oleh administrator dalam hal ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur.

“ saudara harus melaksanakan tugas mulia ini sesuai jabatan yang saudara emban yakni melaksanakan segala sesuatu yang berkenaan dengan pelayanan masyarakat umat Kristen di Lewotana ini”, jelasnya.

Sementara untuk Kepala MTs.N 2 Flores Timur yang baru, Mohammad Ismail, S,Ag, Martinus Tupen menekankan bahwa tugas Kepala Madrasah saat ini sungguh berat sesuai dengan amanat UU Sistem Pendidikan Nasional yang mana ada usaha sadar dan terencana mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang baik dan menyenangkan untuk para siswa serta para guru dan pegawai administrasi di madrasah. “ tugas saudara sebagai Kepala Madrasah sungguh berat karena ada tiga jabatan sekaligus yang anda emban yakni sebagai administrator di lingkungan Madrasah, sebagaia supervisor dan sebagai pemimpin”, terangnya. (**Peter)