bookmark_borderKakan Kemenag Flotim Hadiri Sidang Skripsi STP Reinha Larantuka

Larantuka (Humas) –  Kakan Kemenag Flotim Martinus Tupen Payon, S.Ag bersama kepala Seksi Pendidikan Katolik Leonardus G. Dore, S.Ag pada hari Senin (27 Juli 2020) menghadiri kegiatan Penilaian Pembelajaran Akhir (PPA) Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK) Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Reinha Larantuka.

Kepala Kantor Kemenag Flotim beserta rombongan disambut oleh Ketua STP Reinha, Pater Pater Petrus Tukan, SVD. Pada kesempatan istimewa tersebut Kepala Kantor memberikan dukungan moral secara langsung kepada 17 peserta ujian skripsi tersebut.

“semoga para peserta sidang skripsi STIP Reinha berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan, dan dapat menjadi agen perubahan positif ditengah masyarat dalam bidang keagamaan”, pungkas, Martinus Tupen Payon. (**Agus Tokan)

bookmark_borderUsai Video Conference Dengan Kakanwil, Kakankemenag Flotim Langsung Gelar Ratas Pengelola Anggaran

Larantuka (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon langsung menggelar rapat terbatas dengan para pengelelola anggaran di lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur,  setelah mengikuti kegiatan Video Conference Koordinasi Evaluasi Program dan Anggaran Pimpinan Tengah Tahun Kementerian Agama Provinsi NTT TA. 2020, Rabu (24/06/2020), pukul 08.30 WITA – selesai.  Kegitan ini  diikuti 74 peserta (Kabag TU, Eselon 3 Lingkup Kanwil, Kepala MTs, MA, MAK Negeri dan SMAKN serta Kasubbag Lingkup Kanwil Kemenag NTT).

Ratas yang dilaksanakan dengan cepat tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan hal-hal penting terkait evaluasi program dan anggaran tengah semester di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT untuk menjadi perhatian bagi para pengelola anggaran di tingkat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur.

Beberapa hal yang disampaikan dalam ratas tersebut yakni; kemungkinan adanya pagu minus, jika terdeteksi segera lakukan revisi agar segera teratasi. Para pengelola anggaran diminta untuk mencermati setiap item anggaran dalam DIPA dan segera melakukan perhitungan yang matang.

“ cermati dan lakukan perhitungan yang tepat dan langsung dikirimatau disampaikan supaya akhir tahun kita tidak kewalahan”, tegasnya dalam rapat tersebut.

Selain itu kualitas realisasi anggaran juga perlu diperhatikan oleh para Duta Akrual sesuai IKPA (Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran) yang memuat 13 indikator Kinerja dari  3 aspek: 1)Aspek kesesuaian antara pelaksanaan perencanaan dan anggaran; 2) Aspek kepatuhan pada regulasi yang ditetapkan Kemenkeu dalam pelaksanaan anggaran; dan 3). Aspek efektivitas dan efisiensi pelaksanaan anggaran dan kegiatan.

Beliau juga menyampaikan apresiasi dari Bapak Kakanwil Kementerian Agama Provinsi NTT atas kerjasama yang telah dibangun selama ini dan memberikan hasil yang baik pula, secara khusus pada aspek pelaksanaan anggaran dimana saat ini mencapai 40,56 persen dari anggaran sebesar Rp. 779. 875.677.000, per 22 Juni 2020, dan   menempatkan Kemenag NTT pada peringkat 9 dari 34 provinsi se-Indonesia. Dengan rincian; Sekjen 40,53 %; Bimas Islam 37,80 %; Pendis 39 %; Bimas Kristen 36 % lebih; Bimas Katolik 43 % lebih; Bimas Hindu 40,20 %, Bimas Buddha 53 % lebih; Peny Haji dan Umrah 65 % lebih.

Kepada duta perencana dan duta akrual, diminta untuk melakukan koordinasi dengan Subbag Perkeu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT  untuk perencanaan Pagu tahun 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag Martinus Tupen juga menyampaikan informasi tentang pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi NTT yang akandilaksanakan pada bulan november tahun 2020 dan informasi tentang pembatalan kegiatan Pesparani baik tingkat Provinsi maupun tingkat nasional yang sebelum dilaksanakan di Kupang. Terkait kegiatan pembelajaran bagi lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, akan disesuaikan dengan informasi dan arahan dari Kementerian Agama RI.  (***peter)

bookmark_borderMartin Tupen Ajak SMAK Fransal Tanam Kelor Di Pekarangan Sekolah

Larantuka (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur,  Martinus Tupen Payon,  S. Ag mengajak para guru dan siswa/i Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) St. Fransiskus Asisi Larantuka (Fransal) agar memanfaatkan lahan atau pekarangan sekolah untuk menanam Kelor atau Merungge istilah orang nagi Larantuka. 

Hal tersebut disampaikan Martin Tupen saat menjadi pembina upacara pada upacara bendera hari senin ( 10/02/2020) di SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka sekaligus penyerahan kunci untuk tiga ruang kelas baru dan gedung kantor kepada Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yapersuktim) Flores Timur,  Rm. Thomas Labina, Pr,   hasil dari program pembangunan gedung sarana prasarana SMAK yang didanai DIPA Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur tahun anggaran 2019.

Ajakan menanam kelor yang disampaikan Martinus Tupen Payon merupakan sebuah tindak lanjut dari apa yang disampaikan Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat pada Rapat Kerja Pimpinan tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT yang diselenggarakan pada tanggal 06-09 Februari 2020 di Kupang kemarin. 

Menurutnya, dalam rapat kerja yang dhadiri Gubernur NTT tersebut dengan tegas meminta jajaran Kementerian Agama di seluruh wilayah NTT untuk bersinergi dan mensukseskan program NTT Bangkit Sejahtera dengan focus pada dua hal yakni pendidikan dan gisi.

“menurut hasil sebuah penelitian mengatakan bahwa kita (ntt) miskin karena dilatar belakangi oleh kebodohan, dan olehnya kebodohan itu hanya bisa ditanggulangi dengan pendidikan”, ungkap martin tupen.

Karena itu beliau berharap lembaga pendidikan SMAK Santu Fransiskus Asisi Larantuka harus dapat menjadi lembaga pendidikan yang dapat mengentaskan kebodohan itu.

Terkait gisi,  Kakankemenag Flotim, Martinus Tupen Payon juga mengajak para guru dan siswa/i SMAK Fransal agar memanfaatkan lahan atau pekarangan sekolah untuk menanam Kelor,  karena dari hasil penelitian juga membuktikan kelor sangat bermanfaat untuk pencegahan, pengobatan berbagai penyakit dan suplai gisi yang paling besar bagi manusia terutama anak-anak karena kandungan gisinya yang banyak untuk tubuh.

“harus ada sebuah gerakan di lingkungan pendidikan kita untuk menanam kelor yang oleh hasil penelitian menyebutkan kelor dapat berfungsi untuk pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit serta sebagai asupan gisi yang baik untuk anak-anak kita” jelasnya.

Terkait bantuan sarana prasarana pembangunan 3 (tiga) ruang kelas baru dan satu ruang kantor untuk SMAK St. Fransiskus Larantuka,  Martin Tupen berharap semua sarana dan prasarana yang ada tersebut dapat dimanfaatkan secara baik demi keberlangsungan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan di Kabupaten Flores Timur secara khusus di lembaga pendidikan SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka yang merupakan lembaga pendidikan umum yang berciri khas agama Katolik.

“ ini menjadi moment yang sangat berharga  untuk kita perhatikan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pendidikan agama dan keagamaan di lembaga pendidikan SMAK Fransiskus Asisi ini yang memang merupakan lembaga pendidikan umum berciri khas agama”, ungkapnya. Lebih jauh beliau mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI kepada lembaga pendidikan Sekolah Menengah Agama Katolik tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pembanguunan sarana prasarana tetapi ada  perhatian pemerintah seperti bimbingan untuk para guru dalam kaitan dengan peningkatan tugas dan profesi serta pembinaan-pembinaan untuk para siswa. (***peter)

bookmark_borderKakankemenag Apresiasi PAT Berbasis Komputer dan Android MAN 1 Flores Timur

MAN 1 Flores Timur (Inmas) – Penilaian Akhir Tahun (PAT) Semester Ganjil Berbasis Komputer dan Android Tahun Pelajaran 2019/2020 MAN 1 Flores Timur yang digelar  dari sepekan yang lalu telah selesai dilaksanakan pada Sabtu, (14/12/2019).

Kakankemenag Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S.Ag yang memantau langsung pelaksanaan PAT, tampak begitu antusias memberikan motivasi kepada siswa-siswi MAN 1 Flores Timur. Beliau juga menyempatkan diri berdiskusi dengan peserta ujian terkait kesiapan dan pelaksaan ujian berbasis komputer dan android.

Lebih lanjut, Tupen Payon yang didampingi Kepala MAN 1 Flores Timur Hasan Sanga Pure, sangat mengapresiasi langkah MAN 1 Flores Timur melaksanakan PAT berbasis komputer dan android.

“Terobosan MAN 1 Flores Timur dalam memanfaatan android untuk kepentingan pendidikan, khususnya ujian siswa merupakan salah satu langkah positif untuk mengurangi pandangan negatif terhadap penggunaan android di kalangan pelajar”, lanjut Tupen Payon.

Sementara itu Hasan Sanga Pure, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia PAT yang begitu berdedikasi dalam bekerja sehingga pelaksanaan ujian berlangsung dengan baik dan selesai tepat waktu.

“Alhamdulillah pelaksanaan PAT berjalan sukses untuk ke 571 siswa-siswi MAN 1 Flores Timur. Mengingat pada saat pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS), baru tiga ruangan yang digunakan dengan maksimal 60 user (siswa) per sesi. Sehingga panitia dengan segala daya dan upaya bergerak cepat menambah kapasitas serta jangkauan sinyal dan Alhamdulillah pada pelaksanaan PAT ini, mampu menampung 200an siswa per sesi”, lanjutnya. “Terima kasih untuk kerja ikhlas dan kerja tuntas panitia, semoga kedepannya makin baik, karena masih ada tugas besar menunggu pada semester depan yakni pelaksanaan Penilaian Semester Genap dapat menampung seluruh siswa per sesi”, harap Sanga Pure. *(Amadien/peter)