bookmark_borderBoby Babaputra : Agustus Sebagai Bulan Permenungan

Larantuka (Humas) – Apel Siaga Minggu Pertama dalam bulan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Senin (03/08/2020), selain memberi kesan tentang penghayatan nilai-nilai budaya melalui busana daerah sesuai Peraturan Bupati Flores Timur, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Yosep Aloysius Babaputra sebagai pembina upacara untuk memberikan peneguhan dan pencerahan tentang makna bulan agustus dalam sejarah bangsa Indonesia.

Dalam amanat singkatnya Boby Babaputra menegaskan Bulan Agustus merupakan bulan permenungan perjalanan bangsa Indonesia. Olehnya  beliau berharap seluruh ASN dapat menghayati nilai-nilai perjuanggan para pendiri bangsa ini dalam merebut Kemerdekaan bangsa Indonesia.

“ kita jadikan bulan ini sebagai bulan permenungan untuk merefleksikan kembali perjuangan para pendiri bangsa ini melalui semangat pengabdian, meningkatkan  etos kerja dan sikap nasionalisme”, ungkapnya.

Selain itu Kasubag Tata Usaha juga kembali mengingatkan seluruh ASN untuk berpartisipasi dalam memberikan sumbangan sukarela untuk pembangunan Kantin dan Mushallah El Sarman yang dibangun dengan swadaya murni dari partisipasi dan kontribusi  secara sukarela oleh seluruh ASN se Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT.  Menurutnya semangat pemberian harus ada dalam diri kita masing-masing untuk saling membantu. “ karena semakin sering kita memberi maka ada nilai yang akan didapat tanpa kita ketahui”, jelasnya. Untuk diketahui, Kantin dan Mushallah El Sarman merupakan program dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT dalam menyiapkan sarana untuk kepentingan ibadah dan juga kepentingan jasmani di lingkup Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT. Pembangunan kantin dan Mushallah tersebut bersumber dari sumbangan sukarela seluruh ASN di lingkungan  Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT. El Sarman merupakan singkatan dari Sarana Merekatkan Iman.  (***peter)

bookmark_borderAda Yang Aneh Dengan Penyuluh Agama Katolik Ini

Larantuka (Humas) – Dalam syaring pengalamannya selama ini dan juga mendengar cerita kesaksian dari orang sekitar tentang sepak terjang Penyuluh Agama Katolik PNS, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Samuel Hurit Hajon,  SS, akhirnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur,  Martinus Tupen Payon bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Yosep Aloysius Babaputra dan rombongan pada Jumad (26/06/2020) mengunjungi Kelompok Tani “Ola Take” binaan penyuluh agama Katolik di desa Klatanlo -Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur. 

Setelah berkeliling di beberapa tokoh Agama menyampaikan SE Menag 15 tentang Pelaksanaan Ibadah Yang Produktif dan Aman pada masa new normal selanjutnya rombongan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur ke Seminari Hokeng.

Di sana sudah menunggu RD. Gius Lolan Praeses SMA Seminari San Dominggo Hokeng dan Samuel Hurit Hajon, penyuluh Agama Katolik PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur.

Kepala Kantor Kemenerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon serta rombongan diajak ke belakang asrama. Di sana nampak sebuah kubah tertutup sebuah pipa terpancang di atasnya. Saat kran pipa itu ditarik buka dengan api pancingan seketika semburan gas api mengagetkan rombongan yang datang. Inilah Biogas.

“semua kotoran sampah dari kandang ditampung dan menghasilkan gas yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan di dapur”jelas sam sapaannya didampingi RD. Gius Lolan.

Ternyata Seminari Hokeng adalah 1 dari 22 titik rumah tangga yang menggunakan energi biogas untuk keperluan dapur. Dan itu ternyata hasil karya dari Penyuluh Agama Katolik PNS ini.

Tidak hanya itu,  ternyata bersama anggota kelompok Ola Take juga sam juga mengolah pupuk organik dan jenis obat dari berbagai rempah untuk kesehatan hewan.” ayam misalnya, tidak akan mati terserang penyakit”, tutur jony namang, saksi dan  salah seorang anggota kelompok tani binaannya.

Sam bersama kelompok tani binaannya kini sedang mengolah sorgum. Lahan dipakai pasca panen padi oleh pemilik lahan.

“Pemilik lahan mempercayakan kami mengolah lahan ini dan bersama pak sam kami menanam sorgum diatas lahan dengan luas lebih dari satu hektar ini”, Martinus Ile, kata ketua kelompok Ola Take.

Istri-istri dari kelompok tani ini juga trampil mengolah hasil kebun. Ada nasi kelor, Ada jus kelor, kue kelor, teh kelor, bose sorgum dan lain-lain, bahkan mereka berencana membuka usaha seperti kios atau warung dengan label organik.

Tidak hanya sebatas kesaksian kata kata, rombongan Kakankemenag Flotim  menikmati hidangan nasi kelor, bose sorgum, jus kelor di bawah naungan lapak, samping kebun sorgum.

“Kami berterimakasih kepada kementerian Agama yang telah memberi  kami pa Sam. ” ucap Martinus Ile dipenghujung pertemuan tersebut.  Ada yang aneh dari Penyuluh Agama PNS ini. ***(bbp/peter)

bookmark_borderKakankemenag Flotim Apresiasi Kerja Penghulu, Kasubag TU tantang KUA Jadi KUA Teladan

Larantuka (Humas) – Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Martinus Tupen Payon memgapreasiasi kinerja para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang mengabdi di wilayah Kabupaten Flores Timur.

“Saya menyampaikan apresiasi atas kinerja dari teman teman. Teman teman telah bekerja dengan luar biasa. Terimakasih”, kata Martinus Tupen Payon.

Menurutnya, di tengah situasi Pandemi Covid 19, para penghulu selalu siap melaksanakan tugas kepenghuluan dengan tetap memperhatikan dan mentaati protokol kesehatan. Hal ini dapat memberi contoh dan edukasi bagi masyarakat sehingga dapat menjalankan protokol kesehatan secara benar. Selain itu, Kakankemenag juga mengapresiasi kedermawanan para Kepala KUA dan pegawai pegawainya yang dengan sukarela mau berbagi meringankan beban yang dirasakan masyarakat akibat Covid 19.

” kita akan terus mendorong dan memotivasi semua kita agar selalu siap membantu dalam masa tatanan baru new normal ini”.

Sementara itu, Kasubag TU, Bobby Babaputra dalam kesempatan yang sama menantang para Kepala Kantor Urusan Agama agar terus meningkatkan kualitas pengelolaan  pelayanan di KUA sehingga ke depan dapat berprestasi dan meraih predikat KUA Teladan.

“Saya tantang teman teman untuk terus meningkatkan pelayanan sehingga kemudian dapat berprestasi sebagai KUA Teladan baik di tingkat Kanwil maupun di kancah national”, tantang Bobby.

Bobby menambahkan untuk sampai pada kualitas dengan predikat Teladan, KUA harus memenuhi tiga kriteria atau variable yakni standar layanan, indeks kepuasan layanan dan inovasi. “Saya kira di tengah keterbatasan sarana dan SDM kita punya waktu banyak untuk menemukan inovasi pelayanan yang pada akhirnya memuaskan masyarakat. “, pungkas Bobby.(***bbp/peter)

bookmark_borderUskup Larantuka : Kita Tidak Mau Ada Klaster baru dari Gereja

Larantuka(Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur Martinus Tupen Payon,  Selasa (09/06/2020) menemui sejumlah pimpinan lembaga keagamaan di Kabupaten Flores Timur.  Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang sudah dilakukan sebelumnya dengan Bupati Flores Timur,  Antonius Hubertus Gege Hajon. 

Para pimpinan lembaga keagamaan yang dimaksud yakni Yang Mulia Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung,  Ketua MUI Kab. Flores Timur Ahmad Bethan, SH dan Ketua Majelis GMIT Ebenhaezar Larantuka, Pdt. Damaris Tubatonu,  S. Th. Dalam setiap pertemuan Martinus Tupen Payon menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pemimpin agama atas kerjasamanya bersama pemerintah secara berjenjang dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Flores Timur.  Hal yg dirasa luar biasa yakni semua pemimpin lembaga keagamaan mengikuti himbauan pemerintah sehingga dapat meniadakan perayaaan keagamaan yg bersifat massal dan juga pelaksanaan peribadatan yang dilaksanakan di rumah atau secara on line demi keselamatan seluruh umat di tengah ancaman Covid-19.

Selain itu Kakankemenag Flotim juga menyampaikan Surat Edaran Menteri Agama RI nomor 15 Tahun 2020 tentang

Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif Dan Aman Covid Di Masa Pandemi.

Para pimpinan lembaga keagamaan menyambut baik Edaran tersebut dan akan mempersiapkan segala sesuatu sperti yg termuat di dalamnya,  sambil menunggu keputusan Pemerintah Daerah Flores Timur selanjutnya.

Pertemuan Antara Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Flores Timur, Kasubag Tata Usaha dan Kepala Seksi Urusan Agama Katolik dengan Bapa Uskup Larantuka Larantuka, Mgr.  Fransiskus Kopong Kung.

Uskup Larantuka, Mgr.  Fransiskus Kopong Kung mengatakan himbauan pemerintah itu diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat atau umat menurutnya harus lebih disiplin atau ditertibkan dan segala sarana prasarana tersedia dan memenuhi tuntutan protokol kesehatan.

Gereja harus disterilkan terlebih dahulu, di setiap pintu masuk ada alat cuci tangan, minimal 4 tempat cuci pada masing masing pintu masuk, jarak tempat duduk diatur, suhu badan diukur, petugas kesehatan selalu ada.

” kita harus memastikan bahwa semuanya harus dalam kondisi siap, karena kita tidak ingin ada muncul klaster baru dari gereja”, ucapnya tegas.

Terkait dengan kegiatan peribadatan di gereja untuk umat Katolik, Uskup Larantuka mengatakan pelaksanaan peribadatan di gereja untuk umat Katolik belum bisa dilaksanakan sampai akhir juni 2020 untuk melihat perkembangan saat ini. “kita tunggu sampai akhir juni”, pungkasnya. (***peter)

bookmark_borderBoby Babaputra: Guru Harus Tinggalkan Cara Lama Dan Temukan Hal Baru

Larantuka (Humas) – Demikian yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur,  Yosef Aloysius Babaputra, S. Fil,  MM ketika mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur membuka Kegiatan MGMP Wilayah Solor di MAN 2 Flores Timur,  Selasa (17/03/2020).

Kegiatan MGMP tersebut diikuti sebanyak 30 guru mata pelajaran Pendidikan Islam tingkat Madrasah Aliyah di wilayah Solor Kabupaten Flores Timur. 

Dalam sambutannya, Bobby Babaputra mendorong para guru untuk berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan suasana belajar yang kompetitif sejalan dengan berbagai tuntutan pemerintah saat ini.  Salah satu tuntutan yang dimaksud yakni sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI,  Nadiem Makarim.

Kepada para guru beliau mengharapkan adanya perubahan pola pikir untuk mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang berorientasi pada pembelajaran berbasis peserta didik. Guru juga dutuntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan perubahan-perubahan dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan khusunya layanan proses pembelajaran.

“para guru harus dapat berinovasi dan berkreasi,  meninggalkan cara-cara lama dan menemukan cara baru demi kualitas pendidikan yang semakin baik kedepannya”, ujarnya.

Terkait tema yang diangkat dalam kegiatan MGMP yakni “guru profesional,  siswa cerdas”, menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur,  Yosef Aloysius Babaputra, S. Fil, MM tema tersebut sangat mulia dan berat karena tuntutannya para Guru harus Profesional dan dampaknya siswa harus Cerdas.

Langkah yang harus ditempuh oleh setiap lembaga pendidikan dalam mewujudkan semangat tersebut menurutnya  yakni mengimplementasikan visi dan misi Pemerintah yakni peningkatan kualitas SDM dengan berbagai kegiatan dan program peningkatan mutu dan kualitas para guru. 

MGMP lanjutnya dipandang sebagai wadah profesional yang tepat dalam mendukung tema Guru Profesional yang dengan keprofesionalannya dapat membuat terobosan dan inovasi untuk meninggalkan cara-cara lama dalam proses pembelajaran di kelas.

Beliau juga menyampaikan program Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang pada tahun 2020 ini akan meningkatkan literasi digital siswa/i madrasah disamping penguatan pendidikan sains, tekhnologi dan matematika.

Peningkatan literasi digital di madrasah dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar berbasis tekhnologi dengan memanfaatkan laptop atau tablet,  dan para guru dapat memberi tugas dengan memanfaatkan tekhnologi E-learning (sistem edukasi daring). Proses belajar mengajar tersebut menggunakan instrumen digital baik dari sisi pembelajarannya maupun tata kelola penyelenggaraan pendidikannya. Kegiatan MGMP PAI di MAN 2 Flores Timur dilaksanakan selama tiga hari,  17-19 Maret 2020. (***peter)