bookmark_borderAda Yang Aneh Dengan Penyuluh Agama Katolik Ini

Larantuka (Humas) – Dalam syaring pengalamannya selama ini dan juga mendengar cerita kesaksian dari orang sekitar tentang sepak terjang Penyuluh Agama Katolik PNS, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Samuel Hurit Hajon,  SS, akhirnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur,  Martinus Tupen Payon bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Yosep Aloysius Babaputra dan rombongan pada Jumad (26/06/2020) mengunjungi Kelompok Tani “Ola Take” binaan penyuluh agama Katolik di desa Klatanlo -Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur. 

Setelah berkeliling di beberapa tokoh Agama menyampaikan SE Menag 15 tentang Pelaksanaan Ibadah Yang Produktif dan Aman pada masa new normal selanjutnya rombongan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur ke Seminari Hokeng.

Di sana sudah menunggu RD. Gius Lolan Praeses SMA Seminari San Dominggo Hokeng dan Samuel Hurit Hajon, penyuluh Agama Katolik PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur.

Kepala Kantor Kemenerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon serta rombongan diajak ke belakang asrama. Di sana nampak sebuah kubah tertutup sebuah pipa terpancang di atasnya. Saat kran pipa itu ditarik buka dengan api pancingan seketika semburan gas api mengagetkan rombongan yang datang. Inilah Biogas.

“semua kotoran sampah dari kandang ditampung dan menghasilkan gas yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan di dapur”jelas sam sapaannya didampingi RD. Gius Lolan.

Ternyata Seminari Hokeng adalah 1 dari 22 titik rumah tangga yang menggunakan energi biogas untuk keperluan dapur. Dan itu ternyata hasil karya dari Penyuluh Agama Katolik PNS ini.

Tidak hanya itu,  ternyata bersama anggota kelompok Ola Take juga sam juga mengolah pupuk organik dan jenis obat dari berbagai rempah untuk kesehatan hewan.” ayam misalnya, tidak akan mati terserang penyakit”, tutur jony namang, saksi dan  salah seorang anggota kelompok tani binaannya.

Sam bersama kelompok tani binaannya kini sedang mengolah sorgum. Lahan dipakai pasca panen padi oleh pemilik lahan.

“Pemilik lahan mempercayakan kami mengolah lahan ini dan bersama pak sam kami menanam sorgum diatas lahan dengan luas lebih dari satu hektar ini”, Martinus Ile, kata ketua kelompok Ola Take.

Istri-istri dari kelompok tani ini juga trampil mengolah hasil kebun. Ada nasi kelor, Ada jus kelor, kue kelor, teh kelor, bose sorgum dan lain-lain, bahkan mereka berencana membuka usaha seperti kios atau warung dengan label organik.

Tidak hanya sebatas kesaksian kata kata, rombongan Kakankemenag Flotim  menikmati hidangan nasi kelor, bose sorgum, jus kelor di bawah naungan lapak, samping kebun sorgum.

“Kami berterimakasih kepada kementerian Agama yang telah memberi  kami pa Sam. ” ucap Martinus Ile dipenghujung pertemuan tersebut.  Ada yang aneh dari Penyuluh Agama PNS ini. ***(bbp/peter)

bookmark_borderBahasa Agama Penyuluh Agama Katolik Hidupkan Kelompok Tani Di Klatanlo – Wulanggitang

Larantuka (Humas) – Sungguh hal yang luar biasa dan  patut diacungi jempol untuk seorang Penyuluh Agama Katolik PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur atas nama : Samuel Hurit Hajon, S. S.  Berkat keterampilan dan pengetahuannya yang baik tentang teknik pertanian dan peternakan, ia mampu membentuk dan menghidupkan kelompok tani “OLA TAKE” di desa Klatanlo – Kecamatan Wulanggitang – Kabupaten Flores Timur. 

Beberapa usaha kelompok tani yang sudah dan sedang dilakukan saat ini yakni; pembuatan biogas di desa yang saat ini sudah ada 22 titik termasuk 1 titik di SMA Seminari Sandominggo Hokeng, pengolahan pupuk organik, pembudidayaan tanaman organik,  pembukaan lahan untuk pertanian sorgum, serta usaha di bidang peternakan.   Berkat sentuhannya saat ini kelompok tani OLA TAKE bersemangat dalam upaya meningkatkan ekonomi rumah tangga dan meningkatkan solidaritas sesama anggota.

Kelompok tani yang dibentuk dan didampinginya berjumlah 10 orang laki-laki dewasa ditambah para istri yang siap untuk menerima hasil dan mengolahnya dengan berbagai usaha. 

Sebagai seorang penyuluh agama katolik, Samuel Hurit Hajon paham betul bagamana memberikan pendampingannya untuk tekhnik pertanian yang baik dengan sentuhan bahasa agama sehingga anggota kelompoknya dapat beriman dan memiliki kemandirian.

Saat diwawancarai Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Sam yang akrab disapa ini dengan penuh semangat mengatakan ada dorongan yang kuat dari dirinya untuk membantu para petani setempat agar mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.  Terlebih banyak sumber daya alam yang dimiliki masyarakat setempat.

“saya ingin membantu masyarakat disini secara khusus kelompok tani ola take untuk peningkatan kulitas hidup dan kesejahteraan mereka melalui sumber daya yang ada disini”,katanya. 

Setiap pendampingan yang diberikan selalu dalam bahasa agama sehingga anggota kelompoknya senantiasa tetap memiliki iman yang teguh dan didalamnya ada kemandirian dan kemauan yang kuat untuk mengubah hidup. 

Hal ini terbukti setiap kegiatan yang dilakukannya bersama kelompok binaannya secara swadaya dan sampai saat ini mereka dalam kemandirian mutlak tanpa ada pendampingan yang lain.  Para anggota kelompok sangat terbantu dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pak Sam.  Bagi mereka apa yang sedang diusahakan oleh kelompok tani sudah dibuktikan Pak Sam sendiri melalui kegiatan pak sam secara pribadi dan pada kelompok-kelompok lain sebelumnya.

“kami bangga memiliki pak sam, dan kami sangat percaya bahwa apa yang pak sam berikan kepada kami berdasarkan pengalaman yang dibuat olehnya dan berhasil”, ungkap martinus ile ketua Kelompok Ola Take. 

Saat ini kelompok dalam binaan Penyuluh Agama Katolik ini sedang merawat tanaman sorgum dengan usia kurang lebih 1 bulan pada luas lahan lebih dari 1 hektar.  Lahan tersebut digarap oleh pak sam dan kawan-kawan dari pemilik lahan yang sebelumnya menanam padi. Setelah panen, kelompok ola take menggarapnya untuk penanaman sorgum yang terletak di kawasan see di wilayah Boru Kecamatan Wulanggitang. Berkat usaha dengan prospek jangka panjang yang baik tersebut, saat ini para pemilik lahan di desa tersebut telah menawarkan beberpa lahan lagi kepada kelompok ola take untuk pengembangan usaha yang produktif.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon bersama Kasubag Tata Usaha, Yosep Aloysius Babaputra saat melakukan sosialisaai SE Menteri Agama RI Nomor 15 Tahun 2020 di wilayah Hokeng, Jumad (26/06/2006), menyempatkan waktu untuk menemui anggota Kelompok Tani OLA TAKE di lahan pertanian yang sedang digarap oleh kelompok tersebut.  Martin Tupen menyampaikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Katolik dan semua anggota kelompok ola take atas kerjasama yang sedang dilakukan saat ini untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Beliau sungguh bangga dan kagum atas apa yang sudah dilakukan oleh penyuluh agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Samuel Hurit Hajon yang nyata dalam karyanya memberikan penyuluhan agama serta memotivasi kelompok binaan dalam bidang pertanian dan peternakan.

“hal luar biasa adalah seorang penyuluh agama Katolik mampu memberikan pengetahuan dan pendampingan tekhnik pertanian yang baik dalam bahasa agama”,ungkap martin tupen.  Beliau juga berterima kasih kepada masyarakat secara khusus para kelompok tani ola take yang telah bekerja sama dan menaruh kepercayaan pada penyuluh agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur. (***peter)