bookmark_borderKakankemenag Flotim Serahkan Kunci RKB SMAK Fransal Larantuka

Larantuka (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S.Ag, Senin (10/02/2020) menyerahkan kunci tiga ruang kelas baru dan satu kantor  Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) St. Fransiskus Asisi Larantuka kepada Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (yapersuktim) Larantuka, Rm. Thomas Labina, Pr. Penyerahan dilakukan dalam Upacara Bendera di lapangan upacara SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka  yang dihadiri juga Kepala Seksi Pendidikan Katolik, Leonardus Geleuk Dore, S.,Ag dan jajaran Pendidikan  Katolik, Kepala Seksi Urusan Agama Katolik, Raymundus Yohanes Sili Bataona, SS, Kepala SMAK Fransal Larantuka, Rm. Martinus Kapitan Sogen, Pr dan disaksikan para guru dan segenap siswa/i SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka.

Penyerahan tiga ruang kelas baru dan kantor tersebut dilakukan setelah selesainya seluruh proses pembangunan sarana prasarana pendidikan di lembaga tersebut yang ditandai dengan pelaksanaan serah terima hasil pekerjaan dari Kontraktor Pelaksana  kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada 20 Desember 2019 yang lalu.

Dalam amanatnya, Kakankemenag Flores Timur Martinus Tupen Payon, S,Ag menyatakan apresiasinya kepada Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yapersuktim) yang telah merekomendasikan dan memungkinkan keberadaan tiga lembaga pendidikan SMAK di Kabupaten Flores Timur di bawah pembinaan Direktirat Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia.

Terkait bantuan sarana prasarana pembangunan 3 (tiga) ruang kelas baru dan satu ruang kantor, Martin Tupen berharap semua sarana dan prasarana yang ada tersebut dapat dimanfaatkan secara baik demi keberlangsungan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan di Kabupaten Flores Timur secara khusus di lembaga pendidikan SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka yang merupakan lembaga pendidikan umum yang berciri khas agama Katolik.

“ ini menjadi moment yang sangat berharga  untuk kita perhatikan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pendidikan agama dan keagamaan di lembaga pendidikan SMAK Fransiskus Asisi ini yang memang merupakan lembaga pendidikan umum berciri khas agama”, ungkapnya.

Lebih jauh beliau mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI kepada lembaga pendidikan Sekolah Menengah Agama Katolik tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pembanguunan sarana prasarana tetapi ada  perhatian pemerintah seperti bimbingan untuk para guru dalam kaitan dengan peningkatan tugas dan profesi serta pembinaan-pembinaan untuk para siswa.

“ bantuan dari kementerian agama tidak hanya diwujudkan dalam bentuk sarana dan prasarana tetapi bimbingan untuk para guru juga terus diperhatikan dalam rangka peningkatan tugas dan fungsi serta pembinaan-pembinaan untuk para siswa”, jelasnya.

Sementara Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yapersuktim) Kabupaten Flores Timur, Romo Thimas Labina, Pr menyatakan apresiasi dan terima kasihnya kepada pemerintah  melalui Kementerian Agama secara berjenjang dari pusat sampai Kabupaten yang telah menunjukan kepedulian, perhatian dan dukungan untuk dunia pendidikan di kabupaten Flores Timur secara khusus untuk wilayah Keuskupan Larantuka. 

Beliau mengapresiasi bantuan gedung ruang kelas baru yang sangat dibutuhkan siswa/i saat ini yang berdasarkan pengamatannya seluruh proses pembanguan berjalan lancar dan cepat serta hasilnya sangat memuaskan bagi lembaga pendidikan SMAK Santu Fransiskus Asisi Larantuka.

“ saya melihat gedung ini sangat bagus, kerja yang luar biasa bagus, cepat dan cukup bertanggungjawab, disinilah kuncinya ada semangat dalam membangun dan lancarnya komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak baik dengan Kementerian Agama , yayasan dan juga lembaga pendidikan”, ungkap, romo thomas labina.

Senada dengan Ketua Yayasan Yapersuktim, Kepala SMAK Santu Fransiskus Asisi Larantuka, Romo Martin Kapitan Sogen, Pr juga memberikan proficiat dan terima kasihnya kepada Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI yang punya perhatian dan kepedulian terhadap lembaga pendidikan SMAK Santu Fransiskus Asisi Larantuka baik berupa bantuan fisik maupun kebijakan-kebijakan dalam hubungan dengan pendidikan umum berciri khas agama Katolik. Dengan adanya penambahan tiga ruang kelas baru ini maka dapat mengakomodir jumlah siswa di SMAK Santu Fransiskus Asisi Larantuka yang cukup  banyak serta dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat di Kabupaten Flores Timur untuk menyekolahkan anak-anaknya di SMAK Fransiskus Asisi Larantuka.

“ jumlah siswa disini pada tahun 2018/2019 pernah menjadi terbanyak untuk SMAK secara nasional namun pada tahun ini sedikit menurun karena beberapa faktor, dengan keberadaan tiga ruang kelas baru ini saya yaki akan menjadi daya tarik bagi siswa/i untuk bersekolah disini  selain daya tarik dalam hal penampilan, karakter yang terbentuk serta pergaulan siswa/i itu sendiri. Untuk tahun pelajaran 2019/2020 jumlah siswa di SMAK Santu Fransiskus Asisi Larantuka mencapai 230 siswa, sebuah angka yang cukup bagi lembaga pendidikan yang berumur lima tahun. Sebelumnya jumlah siswa di lembaga ini mencapai 270-an siswa pada tahun pelajaran 2018/2019 dan menjadikan SMAK Santu Fransiskus Asisi Larantuka  sebagai SMAK dengan jumlah siswa terbanyak pada tahun pelajaran tersebut. (***peter)