bookmark_borderLetak Batu Pertama Pembangunan MIS Puli Raya, Martin Tupen: Semua Anak-anak Disini Harus Sekolah

Larantuka (Inmas) – Masyarakat desa Bidara Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur sebentar lagi akan memiliki sebuah lembaga pendidikan baru yakni MIS Puli Raya. Hal ini ditandai dengan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung MIS Puli Raya oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S. Ag dan Camat Adonara Tengah, Paulus P. L.  Kaha, M. Si, Rabu (28/08/2019).

Kehadiran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidik dan tokoh adat dalam acara tersebut memberikan dukungan secara total bagi keberadaan lembaga pendidikan islam di desa tersebut yang saat ini masih terus berproses sampai mendapatkan ijin operasional nantinya.

Ketua Yayasan Puli Raya Desa Bidara Kecamatan Adonara Tengah Usman Ismail mengungkapkan perasaannya tersebut.

“kehadiran semua tokoh ini pasti memberikan dukungan atas proses yang sementara dilalui, karena sebagai yayasan baru,  seluruh proses yang kami lalui ini dengan swadaya penuh oleh masyarakat”,ungkapnya.

Menurutnya peletakan batu pertama yang terjadi ini merupakan tahapan awal ke tiga dari seluruh proses yang terus diupayakan sampai saat ini. Sebelumya para tokoh melakukan konsultasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur terkait dengan adanya keinginan dan kerinduan masyarakat desa bidara akan lembaga pendidikan madrasah.

“dari hasil konsultasi tersebut ada peluang mengarah ke hal tersebut karena, seksi pendidikan islam Kantor Kemenag Flotim sudah punya pemetaan pendidikan islam di Kabupaten Flores Timur dan desa bidara masuk dalam pemetaan tersebut” jelasnya menceritakan.

Setelah konsultasi, para tokoh masyarakat langsung mengupayakan untuk mendirikan sebuah yayasan dan langsung mengurus akta notaris yayasan Puli Raya dan mendapatkan akta notaris dari Kemenkum Ham. Dan berkat kerja keras semua pihak akhirnya masyarakat berkontribusi untuk mendirikan bangunan gedung MIS puli raya sebagai sarana kegiatan KBM sambil menunggu proses untuk mendapatkan SK Ijin Operasional, lanjutnya.

Beliau mengakui bahwa untuk mendapatkan akta notaris seluruh kepala keluarga di desa bidara berkontribusi sebesar 100.000/Kk.

Kakankemenag Flotim, Martinus Tupen Payon dalam sambutannya pada acara tersebut mengatakan peletakan batu pertama pembangunan MIS Puli Raya merupakan peristiwa bersejarah yang perlu disyukuri karena menurutnya ikhtiar masyarakat akan hadirnya lembaga pendidikan MIS sudah mulai berproses.

” peletakan batu pertama ini sebagai bukti bahwa pemerintah ada dan menjadi bagian dari madrasah ini melalui ikhtiar dan kerjasama antara kita”, ungkapnya.

Martin Tupen berharap pembangunan ini dapat berjalan baik sehingga bermanfaat bagi generasi tiga kampung disekitarnya secar khusus di desa Bidara ini Kecamatan Adonara Tengah.

” ketika semua proses dilalui dan pembangunan berjalan baik maka selanjutnya semua anak-anak di desa ini harus bersekolah karena manfaatnya terletak disitu” ungkapnya. Semantara Camat Adonara Tengah, Paulus P. L Takaha dalam sambutannya mengingatkan agar yayasan tidak boleh mengambil keuntungan semata akan keberadaan lembaga pendidikan ini. Yayasan menurutnya harus bekerja keras untuk kemajuan lembaga pendidikan ini. (***peter)

bookmark_borderKadis PKO Flotim Letakan Batu Pertama Pembangunan RKB SMAK Fransiskus Asisi Larantuka

Larantuka (Inmas) – Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur,Drs. Bernadus Beda Keda  melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka, Kamis (15/08/2019). Selain Kepala Dinas PKO Kab. Flores Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S,Ag  dan Deken Larantuka, RD. Bernardus Bala Kerans, Pr juga turut melakukan peletakan batu pertama pada saat itu.

Sebelum dilakukan peletakan batu pertama, dilakukan ritual seremoni adat oleh para tetua adat di atas lahan yang akan dibangun gedung tersebut. Setelah itu Deken Larantuka, RD. Bernardus Bala Kerans, Pr  yang mewakili Yang Mulia Uskup Larantuka memimpin  ibadat pemberkatan batu yang diikuti  Kadis PKO Flores Timur, Kakankemenag Flotim bersama jajarannya, Lurah Sarotari Donatus Seran Goran, Kepala SMAK Fransiskus bersama para guru , kontraktor, pengawas serta para tukang yang sudah berada di lahan tersebut.

Drs. Bernadus Beda Keda usai peletakan batu pertama mengatakan bahwa mengurus pendidikan di lewotana Flores Timur butuh kerjasama yang baik antar semua pihak, sebab tidak ada kepentingan individu atau pihak tertentu dalam pendidikan. Semua tercurahkan untuk kepentingan anak didik dan generasi bangsa ini.

“ kepentingan kita adalah untuk anak didik kita semua, bukan kepentingan pribadi pihak tertentu” ungkapnya.

Terkait ada tiga Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) di Flores Timur, Bernard Keda mengapresiasi hal tersebut karena baginya lembaga pendidikan SMAK mempunyai ciri  khas, dan karenanya harus tampil beda. Keunggulan pada kekhasan Katolik harus dinampakan sehingga keberadaan lembaga SMAK mampu memberikan sesuatu yang beda dan unggul.

Beliau berharap setelah peletakan batu pertama, kontraktor dan para tukang segera bekerja dengan baik dan tepat waktu sehingga anak-anak didik dapat memanfaatkan gedung ruang kelas baru tersebut dalam menunjang kegiatan belajar sehari-hari.

Senada dengan Kepa;la Dinas PKO, Deken Larantuka, RD. Bernardus Bala Kerans, Pr dalam kesempatan tersebut mengatakan lembaga pendidikan SMAK mempunyai nilai plus karena pedidikan agamanya, oleh karenanya beliau berharap SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka dapat melahirkan orang-orang baik dan juga orang-orang pintar dari  lembaga pendidikan tersebut. Beliau juga berharap kerjasama dan kemitraan yang baik antar pemerintah dan gereja dapat menguatkan lembaga pendidikan SMAK di daerah ini, sebab gereja melihat lembaga ini menjadi milik bersama.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon berharap seluruh tahapan pekerjaan  pembangunan tersebut harusl berjalan baik dan selesai  tepat waktu pada waktunya dan hal tersebut membutuhkan  pengawasan secara bersama.   Untuk diketahui pagu dana untuk pembangunan ruang kelas baru SMAK Fransiskus Asisi Larantuka tahun 2019 sebesar satu miliar duaratus juta lebih, dengan jenis pekerjaan 3 ruang kelas baru dan 1 ruang kerja Kepala Sekolah. (***peter)