bookmark_borderSosialisasi STAI Kupang dan Bimtek Karya Tulis Ilmiah di MAN 1 Flores Timur

MAN 1 Flores Timur (Humas) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kupang melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Karya Tulis Ilmiah pada Jumad (31/01/2020) yang dihadiri oleh seluruh siswa Kelas XII dan guru guru PAI di Aula MAN 1 Flores Timur Kampus 2.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan pembukaan sambutan Plh. Kepala MAN 1 Flores Timur, Nona Wardan, S. Si. Selaku pelaksana harian, beliau menyampaikan bahwa kehadiran ketua Sekolah  Tinggi Agama Islam, Dr. Umar Ali Bethan semoga membawa harapan agar para siswa calon mahasiswa baru yang cikal bakal menuju ke kampus STAI Kupang.

Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Drs.Bakir Doni Pulo senada dengan Plh Kepala MAN 1 flotim,  mengajak kepada para siswa agar bisa mendaftar ke kampus STAI. Ia kemudian lanjut menyampaikan teknis penulisan Karya Tulis Ilmiah kepada para Guru.

Sementara Ketua STAI Dr.Umar Ali Bethan dalam sambutannya mengatakan  ada program penerimaan mahasiswa baru dengan berbagai macam beasiswa sehingga melahirkan daya tarik bagi calon-calon mahasiswa baru agar mereka bisa mendaftar ke STAI dengan beberapa keunggulan tersebut.

“Motonya Berdiri diatas semua golongan yang berorientasi pada Pluralisme dan menjadikan STAI menjadi satu-satunya sekilah tinggi yang mampu berdaya saing dengan beberapa Universitas di Kupang dan kedepannya di Tahun 2020 STAI Kupang akan berubah statusnya menjadi STAIN”, terang uma ali. “Kampus STAI telah melahirkan beberapa alumni yang mampu bersaing di berbagai Instansi yang memiliki kredibilitas yang luar biasa dan memiliki kualifikasi kompetensi para dosen atau tenaga pengajar semuanya memiliki kualifikasi S2”, pungkasnya. *(Sukur Tajudin/peter)

bookmark_borderKakankemenag Apresiasi PAT Berbasis Komputer dan Android MAN 1 Flores Timur

MAN 1 Flores Timur (Inmas) – Penilaian Akhir Tahun (PAT) Semester Ganjil Berbasis Komputer dan Android Tahun Pelajaran 2019/2020 MAN 1 Flores Timur yang digelar  dari sepekan yang lalu telah selesai dilaksanakan pada Sabtu, (14/12/2019).

Kakankemenag Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S.Ag yang memantau langsung pelaksanaan PAT, tampak begitu antusias memberikan motivasi kepada siswa-siswi MAN 1 Flores Timur. Beliau juga menyempatkan diri berdiskusi dengan peserta ujian terkait kesiapan dan pelaksaan ujian berbasis komputer dan android.

Lebih lanjut, Tupen Payon yang didampingi Kepala MAN 1 Flores Timur Hasan Sanga Pure, sangat mengapresiasi langkah MAN 1 Flores Timur melaksanakan PAT berbasis komputer dan android.

“Terobosan MAN 1 Flores Timur dalam memanfaatan android untuk kepentingan pendidikan, khususnya ujian siswa merupakan salah satu langkah positif untuk mengurangi pandangan negatif terhadap penggunaan android di kalangan pelajar”, lanjut Tupen Payon.

Sementara itu Hasan Sanga Pure, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia PAT yang begitu berdedikasi dalam bekerja sehingga pelaksanaan ujian berlangsung dengan baik dan selesai tepat waktu.

“Alhamdulillah pelaksanaan PAT berjalan sukses untuk ke 571 siswa-siswi MAN 1 Flores Timur. Mengingat pada saat pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS), baru tiga ruangan yang digunakan dengan maksimal 60 user (siswa) per sesi. Sehingga panitia dengan segala daya dan upaya bergerak cepat menambah kapasitas serta jangkauan sinyal dan Alhamdulillah pada pelaksanaan PAT ini, mampu menampung 200an siswa per sesi”, lanjutnya. “Terima kasih untuk kerja ikhlas dan kerja tuntas panitia, semoga kedepannya makin baik, karena masih ada tugas besar menunggu pada semester depan yakni pelaksanaan Penilaian Semester Genap dapat menampung seluruh siswa per sesi”, harap Sanga Pure. *(Amadien/peter)

bookmark_borderHasan Sanga Pure: Maknai Sumpah Pemuda Sebagai Api

MAN 1 Flores Timur (Inmas) – “Kita selaku generasi muda harus memaknai Sumpah Pemuda sebagai Api yang terus membara”. Hal tersebut disampaikan Kepala MAN 1 Flores Timur, Hasan Sanga Pure dalam amanatnya pada Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 91, Senin (28/10/2019) di Lapangan Upacara Kampus 2 MAN 1 Flores Timur.

“Pemuda yang jiwanya berkobar selalu jadi pelopor, akan menjadi agen perubahan, karena menyadari bahwa di pundaknya lah masa depan bangsa. Sumpah pemuda menjadi pondasi yang kuat dan kokoh untuk ikrar suci satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa dalam keberagaman Indonesia”, lanjutnya.

Sesuai tema yang diusung Kemenpora yakni “Besatu Kita Maju”, menegaskan bahwa dengan persatuanlah kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Sama halnya dengan kita segenap civitas MAN 1 Flores Timur, tanpa adanya persatuan, kita tidak bisa bergerak maju. Dengan momen Hari Sumpah Pemuda ini, marilah kita bergandengan tangan, singkirkan perbedaan untuk maju menuju Madrasah Hebat Bermartabat”, terang Sanga Pure. Pada Upacara Hari Sumpah Pemuda kali ini juga dirangkai dengan pembacaan naskah sumpah pemuda. Sebanyak 28 pemuda pemudi mengenakan baju adat daerah Nusantara secara khidmat mengumandangkan sumpah pemuda. *(Amadien/peter)

bookmark_borderBungkam Armada, Mansa Flotim Berjaya

MAN 1 Flores Timur (Inmas) – Tim Futsal Mansa Flotim melaju mulus ke babak kedua setelah mencukur Tim Armada Adonara dengan skor telak 10-1 di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup F Turnamen Futsal Warawiri Cup di Lapangan Futsal Warawiri Lamahala Jaya.

Pemain andalan Mansa Flotim, Ashaabal Kahfi yang juga squad tim Perseftim Kabupaten Flores Timur berhasil menorehkan hattrick sekaligus menjadi Man of the Match pada pertandingan tersebut.

Memulai laga dengan agresif, Salim Ibrahim membuka keunggulan Mansa Flotim lewat sepakan terarah dari tengah lapangan, disusul 2 gol dari sang kapten Ibnu Chalid Bethan. Armada sempat memperkecil ketertinggalannya menjadi 3-1, tetapi Ashaabal Kahfi tanpa ampun melesakkan 3 gol tambahan dan menutup babak pertama dengan keunggulan 6-1.

Pada babak kedua, Mansa Flotim yang diarsiteki Syafrudin Bobos Mahmud kembali tampil perkasa dan menambah pundi-pundi gol melalui Roben Van Bunga dan Muhammad Baihaqi yang masing-masing mengemas 2 gol. Skor 10-1 menutup babak kedua sekaligus memastikan Mansa Flotim menyabet tiket ke babak 16 besar.

Mansa Flotim kokoh sebagai juara Grup F setelah pada pertandingan pertama mengalahkan tim Bintang Timur Larantuka 5-3, dan pertandingan kedua menekuk tim tuan rumah Warawiri B 8-0. Sepanjang penyisihan Grup F, Mansa Flotim melesakkan 23 gol dan hanya kebobolan 4 gol. Bomber andalan Mansa Flotim Komarudin menyumbang 5 gol, disusul Roben Van Bunga dan Ibnu Chalid Bethan dengan 4 gol, Ashaabal Kahfi, Abubakar Kelake, dan Muhammad Baihaqi menorehkan 3 gol, serta Salim Ibrahim mengemas 1 gol. Squad lengkap Mansa Flotim, Kiper: Efan Bethan, Suardi Alwahar, Bek: Ibnu Chalid Bethan (C), Salim Ibrahim, Abdul Zulkifli Sarman, Gelandang: Ashaabal Kahfi, Abubakar Kelake, Muhammad Baihaqi, Penyerang: Komarudin, Roben Van Bunga. **(Amadien/peter)

bookmark_borderWakamad MAN 1 Flotim: Jadikan Generasi Muda Yang Cinta Budaya Daerah

MAN 1 Flores Timur (Inmas) – “Jadikan siswa-siswi kita sebagai generasi muda yang cinta budaya daerah,” hal tersebut disampaikan Wakamad Humas, Nona Wardan, S.Si dalam sambutannya selaku Pembina Upacara Bendera, Senin (02/09/2019) di lapangan Upacara Kampus 2 MAN 1 Flores Timur. Pada Upacara kali ini, semua Guru dan Staf MAN 1 Flores Timur mengenakan sarung tenun ikat motif daerah flores timur Nowing dan Kewatek.

Dalam arahannya, Wardan menjelaskan bahwa penggunaan sarung tenun ikat motif daerah sangat diperlukan dalam rangka pengenalan dan pengembangan kebudayaan daerah sekaligus melestarikan budaya daerah.

“Jadi sangat diharapkan generasi muda khususnya siswa-siswi MAN 1 Flores Timur menjadi benteng yang mempertahankan budaya daerah,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Tata Usaha MAN 1 Flores Timur, Khairul Anwar, S.Sos.I, menyampaikan bahwa program penggunaan sarung tenun ikat motif daerah NTT ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran PemKab Flores Timur serta surat edaran Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Flores Timur.

Maka dari hal tersebut, selain Guru dan Staf, siswa-siswi MAN 1 Flores Timur juga diwajibkan untuk memakai sarung tenun ikat Nowing untuk putra dan Kawatek untuk putri. “Ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya, etika, moral, serta spiritual pada diri generasi muda di tengah pengaruh media sosial dan gadget yang semakin menjamur,” pungkas Khairul. ***(Amadien/peter)