Pendis Flotim Gelar Evaluasi BOS Dan BOP Tahun 2019

Larantuka (Inmas) – Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menggelar rapat evaluasi Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat Madrasah dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk tingka RA se Kabupaten Flores Timur. Pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis (22/01/2020) tersebut selain menghadirkan para Kepala RA dan Madrasah, juga meghadirkan para Ketua Komite Sekolah/Madrasah.

Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Drs. Bakir Doni Pulo mengatakan, rapat evaluasi dengan menghadirkan seluruh komponen penting pendidikan dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang pengelolaan anggaran BOS dan BOP tahun 2020 dengan mengevaluasi terlebih dahulu anggaran tersebut pada tahun 2019 kemarin dan menyiapakan langkah-langkah strategis untuk pengelolaan anggaran BOS dan BOP pada tahun 2020 sesuai dengan regulasi yang mengaturnya.

“ kita perlu menyamakan persepsi tentang juknis yang mengatur tentang pengelolaan dana BOS dan BOP yang tidak hanya mengikat bapak ibu di madrasah swasta tetapi juga madrasah-madrasah negeri”, jelas bakir doni pulo.

Beliau mengharapkan agar seluruh satuan pendidikan madrasah segera melakukan kewajiban satuan pendidikan pada awal tahun anggaran seperti yang terjadi dalam rapat ini yakni penyusunan RKAM, dan juga rapat-rapat yang berhubungan dengan pembagian tugas mengajar bagi setiap guru  tenaga kependidikan  dan tenaga administrasi pada masing-masing satuan pendidikan.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S,Ag dalam arahannya menegaskan dana BOS yang dianggarkan oleh pemerintah kepada setiap satuan pendidikan bertujuan agar dana tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan mutu sebuah lembaga pendidikan. Kepada para Kepala Madrasah beliau mengingatkan agar dapat mengelola anggaran tersebut secara baik dan bertanggungjawab sesuai petunjuk tekhnis pengelolaan anggaran dimaksud.

“ kita sering menafikan yang namanya bukti baik itu bukti administratif maupun program kegiatannya , maka sangat disayangkan jika bukti yang diberikan tersebut hanya berupa kata-kata”, tegasnya.

Beliau menambahkan jika pengelolaan dana BOS hanya  dinilai dari aspek administrasi maka pengelolaan dana BOS itu belum dilaksanakan secara baik sebab yang dinilai sesungghunya adalah hasil nyata kegiatan peningkatan mutu sebuah lembaga pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Martinus Tupen Payon juga mengingatkan tentang arti pentingnya keberadaan Komite Sekolah pada sebuah lembaga pendidikan. Menurutnya Komite menjadi bagian yang sangat penting dan vital bagi sebuah lembaga pendidikan termasuk madrasah-madrasah , maka diharapkan kepala sekolah, para guru dan komite harus duduk bersama membicarakan segala sesuatu untu merencakan pelaksanaan pendidikan di madrasah secara baik dan bertanggungjawab.

Kepada seluruh jajaran pendidikan islam di Kabupaten Flores Timur, Martin Tupen memberikan apresiasi dan terima kasihnya  karena telah menyukseskan program pendidikan di semester pertama tahun pelajaran 2019/2020 dengan berbagai hasil yang dirauh oleh setiap satuan pendidikan teristimewa kepada siswa/siswi madrasah yang berprestasi baik di Kabupaten, Provinsi dan Nasional. “ untukmu para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di setiap RA dan Madrasah, terima kasih untukmu semua karena kalian telah membuatnya luar biasa”, pungkasnya. (***peter)