Pimpin Apel Kesadaran,Bobby Babaputra Merasa Terganggu Dengan Atribut

Larantuka (Humas) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yoseph Aloysius Babaputra, S.Fil, MM saat memimpim apel kesadaran bulan Januari, Jumad (17/01/2020) di lapangan upacara Kantor Kemenag Flotim  sempat merasa terganggu dengan kelengkapan atribut PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur. Hal ini dikarenakan sejumlah PNS yang hadir tidak melengkapi pakaian Korpri dengan atribut yang seharusnya seperti lambang Korpri dan pin 5 NBK. 

“ sebelumnya saya merasa terganggu dengan kehadiran kita kali ini, yang mana masih ada diantara kita yang belum melengkapi pakaian dengan sejumlah atribut yang seharusnya”, ungkapnya mengawali amanat pembina upacara.

Beliau lantas mengatakan jika ada pejabat dari luar yang hadir ditempat ini dan menyaksikan pemandangan seperti ini sudah tentu kita semua pasti akan mendapatkan teguran.

Dalam amanatnya, Kasubag TU mengingatkan tentang arti penting peringatan apel kesadaran 17  yang mana memberi pesan kepada seluruh aparatur negara untuk terus menjaga asa dan cita-cita proklamasi kemerdekaan.  Menurutnya ada sembilan tujuan kemerdekaan yaitu; membangun untuk bersatu, untuk berdaulat, untuk adil dan makmur, untuk memajukan kesejahteraan umum, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk mewujudkan ketertiban dunia, untuk perdamaian abadi, untuk keadilan sosial dan untuk mempertahankan kedaulatan rakyat.

“ semua kita bertugas menjaga persatuan, semua kita berjuang untuk mempertahankan kedaulatan NKRI, semua kita bekerja untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, bekerjamenjaga ketertiban dunia, menjaga perdamaian, menciptakan keadilan serta mempertahan kedaulatan rakyat”, jelasnya.

Pada apel kesadaran perdana di tahun 2020 tersebut, Boby Babaputra juga mengapresiasi semua pencapaian yang telah diraih selama tahun 2019 secara khusus penghargaan yang diterima dari KPPN Larantuka yakni pengelolaan anggaran terbaik dan laporan pertanggungjawaban bendahara terbaik.  Atas dasar ia meminta prestasi tersebut dipertahankan di tahun 2020 dan meminta  semua unit/seksi dapat  memperoleh penghargaan yang sama. Dalam apel itu juga diserahkan SK Mutasi tempat kerja kepada empat orang guru pendidikan agama islam, masing-masing atas nama ; Amin Muslimin, Mansur Muhammad, Mursalin Hamid, A.Ma dan Drs. Kasim Husen. (***peter)