Bertugas Hari Pertama Kasubag TU Dikira Staf

Larantuka (Inmas) – Peristiwa ini terjadi ketika Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yoseph Aloysius Babaputra, S.Fil, MM melaksanakan tugas hari pertama setelah dilantik menjadi Kasubag TU Kemenag Flotim.

Usai mengikuti kegiatan Senam Lin ting kung bersama para ASN, Jumad (10/01/2020) di aula Kantor Kemenag Flotim, sekitar jam 10.00 wita Boby Babaputra Kasubag TU Kemenag Flotim mengunjungi setiap ruangan unit/seksi di lingkup Kantor Kemenag Flotim. Beliau mengunjungi tiga unit di Sub Bagian Tata Usaha dan berbincang-bincang dengan stafnya tentang keadaan di masing-masing ruangan. Setelah itu ia pun hendak menuju ke ruangan setiap seksi. Melewati ruangan aula, mendadak tiga orang guru Pendidikan Agama Katolik, masing-masing atas nama : Theresia Perada Liman, Fransiska Tuto Nasan dan Bibiana Bawang Bura memanggilnya . Beliau menghampiri ke tiga guru tersebut dan menanyakan bagaimana. Sontak ke tiga guru tersebut langsung menanyakan nomor hand phone bendahara Pendidikan Katolik Gusti Pello.

“ pak bisa kasih kami nomor hp pak gusti”, tanya mereka.

Kaget mendengar pertanyaan tersebut, Boby Babaputra langsung menetralisir keadaan dan mengarahkan  hal tersebut kepada seorang PTT yang ada  disekitar itu. Beliau langsung berjalan menuju ruangan penyelenggara Kristen.

PTT atas nama Jelito Jentil yang tetap berada di samping ketiga guru tersebut langsung memperkenalkan bahwa yang ditanyai oleh para guru tersebut adalah Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Flotim yang  baru atas nama Pak Bobya Babaputra.  Mendengar penjelasan tersebut ketiganya langsung kaget dan wajah mereka pun berubah. Malu dan kaget terlihat jelas.

“ dia muda sekali dan kami tidak tau  bahwa dia seorang Kasubag”, ungkap ibu Theresia Perada Liman.

Ceritapun beredar dan lantas didengar oleh salah seorang staf Pendidikan Katolik, Anton Assan. Ia menghampiri ketiganya dan membenarkan bahwa itu adalah seoarang Kasubag TU. Selain itu Anton Assan pun menyesalkan ketidaktahuan ketiga guru tersebut. “ kalian guru sertifikasi, punya hp android tolong manfaatkan tekhnologi tersebut untuk mengupdate setiap  informasi kantor kita. saya akan laporkan kalian semua di Kepala Seksi Pendidikan Katolik”, ancam  anton dengan nada kesal.