Siswa Madrasah Dan SMAK Di Flotim Teriakan Moderasi Beragama Dalam 3 Bahasa

Larantuka (Inmas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur terus mempersiapkan diri menyambut hari ulang tahun Kementerian Agama RI atau yang diistilahkan dengan Hari Amal Bhakti (HAB). Berbagai jenis kegiatan baik pertandingan maupun perlombaan terus dilakukan untuk memeriahkan Hari Amal Bhakti yang jatuh pada tanggal 03 Januari 2020 mendatang.

Salah satu kegiatan perlombaan yang dilaksanakan yakni Lomba Pidato Kerukunan Dalam 3 Bahasa yakni bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab dengan tema kerukunan umat beragama dengan semangat moderasi beragama. Lomba pidato ini melibatkan satuan pendidikan madrasah mulai jenjang MI, MTS dan MA serta Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) se Kabupaten Flores Timur.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S.Ag saat membuka lomba pidato  3 bahasa di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Selasa (17/12/2019) mengatakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur berkomitmen dan secara konsisten untuk terus memfasilitasi berbagai kegiatan dalam mendorong tumbuhnya pemahaman dan pengetahuan tentang kerukunan hidup dan toleransi umat beragama di Kabupaten Flores Timur  sebagai salah satu misi utama dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Terkait dengan pelaksanaan lomba pidato kerukunan, Martin Tupen menegaskan hal tersebut merupakan salah satu kegiatan unggulan Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur dalam menyambut Hari Amal Bhakti. Dikatakan unggul karena menurutnya para siswa atau peserta didik harus secara dini dilibatkan dalam pendidikan nilai kerukunan  baik di sekolah melalui kegiatan-kegiatan belajar mengajar maupun di lingkungan sosial kemasyarakatan.

“ para siswa harus diberikan ruang untuk berbahasa dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya tentang kerukunan umat beragama,dan hari amal bhakti Kementerian Agama RI menjadi momentum tepat untuk mengekspresikan hal tersebut”, ungkapnya.

Selama pelaksanaan lomba pidato  para peserta dengan lantang meneriakan  Semangat Moderasi Beragama dan Kerukunan hidup umat beragama. Mereka menerjemahkan Moderasi Beragama dalam bahasanya dan sesekali mengaitkan dengan kondisi rill daerah Flores Timur yang berbudaya dan bermartabat dalam spirit kakan dike arin sare.

Seperti yang dibahasakan oleh salah satu peserta lomba jenjang Madrasah Ibtidaiyah yakni Mohammad Zidan Dzikrullah. Siswa Kelas V MIS Watanhura Solor Timur ini dengan lantang mengatakan moderasi beragama harusnya dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengalaman agama dan penghormatan kepada praktek beragama bagi yang berbeda keyakinan. Keseimbangan atau jalan tengah dalam praktik beragama menurutnya akan menghindarkan seseorang dari sikap ekstrim yang berlebihan. Ia pun mengajak semua pihak bahwa moderasi beragama adalah pilihan tepat dan mesti dilakukan untuk membangun image kebangsaan yang utuh serta berdasarkan Lamaholotisme yang agamis, rukun dan damai. (***peter)