Kasi Diklat Tenaga Teknis Buka Kegiatan Teknis Subtantif Bahan Ajar Guru Madrasah

MTs Negeri 1 Flotim (inmas) – Balai Diklat Keagamaan Denpasar menyelenggarakan Kegiatan Diklat Teknis Substantif Bahan Ajar Guru Madrasah di MTs.N 1 Flores Timur. Senin (11/11/2019). Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Diklat Tenaga Tekhnis Balai Diklat Keagamaan Denpasar, Ahmad Zaeni, S.Ag, M.AB, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, Drs. Bakir Doni Pulo, dan Kepala MTs.N 1 Flores Timur, Budiawati Efendi, S.Pd dan diikuti oleh para guru di MTs.N 1 Flores Timur.

Dalam sambutannya, Ahmad Zaeni, S.Ag, M.AB mengajak para guru untuk memanfaatkan waktu dan pikiran dengan sebaik-baiknya untuk mengikuti kegiatan Dikleat Tekhnis penyusunan bahan ajar ini sehingga dapat memperoleh ilmu dan wawasan baru yang dapat meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru.

Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur  dalam sambutannya mengatakan, Anatomi Madrasah berbeda dengan anatomi sekolah, karena masih banyak infra setruktur yang harus disiapkan, seperti   menyiapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Bakir Doni Pulo juga mengucapkan terimakasih atas Balai Diklat Keagamaan Denpasar yang mempunyai program Diklat Teknis Subtansi Bahan Ajar Guru Madrasah di Kabupaten Flores Timur, yang Insya Allah akan dilaksanakan selama 6 hari.  

“semoga dengan ini guru Madrasah di Flotim lebih Profesional dalam melaksanakan kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas”, ucapnya.

Lebih lanjut Bakir mengatakan, Diklat Bahan Ajar ini berkaitan dengan Ujian Nasional, karena dengan bahan ajar ini kita dapat mempersiapkan diri ketika melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menyebutkan, kalau bahan ajar itu ditulis dengan bagus, maka ketermaknaan belajarnya juga bagus. “Sehingga dengan cara apapun kita melakukan evaluasi, apakah berbasis komputer ataupun tidak, maka hasilnya akan bagus,”tuturnya.

Dalam Peraturan Menpan dan RB No. 16 Tahun 2009 dikatakan sambungnya, bahwa kalu guru ingin naik pangkat, maka harus ada 2 unsur yang harus dipenuhi yaitu: Penilaian Kerja Guru dan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan, meliputi : Pengembangan diri, Publikasi ilmiah dan Karya Inovatif. “Semoga Diklat ini dapat memberikan wawasan baru, sehingga guru-guru madrasah tidak lagi kesulitan untuk naik pangkat,”pungkasnya. *guhir/peter