Misa Syukur Kenegaraan Di Larantuka, Pastor Paroki Tegaskan Kerja Sama-Sama Dan Sama-Sama Bekerja

Larantuka (Inmas) –  Perayaan Misa Syukur Kenegaraan Dalam Rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Larantuka, Jumad (16/08/2019) berjalan sukses dan lancar. Para ASN, anggota TNI/Polri,  karyawan/ti BUMN/BUMD, para guru dan siswa serta umat hadir memenuhi gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka untuk mengungkapkan rasa syukur atas rahmat kemerdekaan yang dialami hingga saat ini.

Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur, Antonius Gege  Hadjon – Agustinus Payong Boli hadir dalam perayaan syukur tersebut bersama Ketua DPRD Kab. Flores Timur, Ketua Tim Penggerak PKK Flotim, Sekretaris Daerah Flores Timu, para pimpinan OPD, para pimpinan instansi vertikal serta pimpinan BUMN/BUMD. Sementara perayaan Ekaristi  Misa Syukur Kenegaran dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka, Rm. Hendrik Leni, Pr bersama para Imam Konselebran.

Dalam kotbahnya, RD. Hendrik Leni, Pr menyatakan ketertarikannya terhadap tema HUT ke-74 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Flores Timur yakni, Terus Kerja Dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata Untuk Indonesia Unggul. Beliau merefleksikan peristiwa kemerdekaan ke dalam dua hal yakni ; merdeka dari dan merdeka untuk.

Merdeka dari menurutnya berhubungan dengan hal eksternal termasuk gangguan dan ancaman dari luar sementara merdeka untuk baginya berhubungan dengan hal internal  atau dalam diri yang mempunyai daya dorong, punya motivasi dan punya idealisme.

Terkait kerja untuk Flores Timur saat ini menurutnya kerja yang berhubungan dengan kemaslahatan masyarakat atau umat yakni; kerja untuk membangun desa dan menata kota.

“ secara bersama-sama yang ingin kita capai saat ini  bekerja untuk membangun desa dan menata kota sesuai visi dan misi kepemimpinan daerah saat ini”, ungkapnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut Romo Hendrik Leni  menyatakan kerja yang dilakukan saat ini harus memerlukan pikiran secara sadar yang diarahkan pada tujuan tertentu yakni kerja sebagai martabat manusia atau yang disebut sebagai manusia bekerja. Baginya kerja dalam membangun desa dan menata kota menuju indonesia unggul  bukan sekedar mencari nafkah untuk diri sendiri tetapi kerja yang berhubungan dengan tugas panggilan sebagai pelayan masyarakat/umat.