bookmark_borderUsulan Penegerian SMAK Di Flotim Masuk Pada Tahap Verifikasi Lapangan

Larantuka (Humas) – Usulan penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) di Kabupaten Flores Timur saat ini memasuki tahapan verifikasi lapangan di dua SMAK yang diusulkan untuk penegerian oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur. Dua SMAK tersebut yakni Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) St. Mikhael Solor di Pamakayo dan SMAK Sta. Maria Imaculata Baniona. Sebagai sebuah tahapan penting, kegiatan verifikasi lapangan ini langsung dilakukan oleh Kepala Bidang Penddidikan Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Lodovikus Lena bersama jajarannya yang didamping Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Martinus Tupen Payon, S,Ag pada Senin – Selasa (03-04 Agustus 2020).

Kehadiran Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Prov.NTT di tana Solor, Senin (03/08/2020)  disambut ramah dalam balutan budaya oleh Kepala SMAK St. Mikhael Solor, RD Emanuel Stephanus B. Hurint bersama para guru dan siswa/i SMAK St.Mikhael Solor. Semua berharap tahapan verifikasi lapangan ini berjalan mulus sehingga proses penegerian SMAK St. Mikhael Solor dapat terwujud.

Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT , Drs. Lodovikus Lena  dalam kesempatan tersebut berharap semua proses pembuktian kondisi lapangan dan kelengkapan dokumen keaslian dapat berjalan dengan lancar sesuai data dan fakta yang ada.

“kita semua berdoa agar segala kelengkapan yang di minta dapat dibuktikan dengan baik dan benar sehingga dapat  dikirim ke Kementerian Agama RI Pusat agar SMAK St. Michael Solor bisa di Negerikan diantara  beberapa SMAK yang sedang berjuang untuk dinegerikan”, jelasnya.

Kegiatan verifikasi meliputi kondisi lapangan dan memerisa keaslian data. Kondisi lapangan seperti  medan, fasilitas dan kondisi bangunan. Sementara keaslian data seperti; akta pendirian, sertifikat tanah, SK Ijin Operasional, rencana pengembangan sekolah, laporan bulanan sekolah, SK tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMAK St. Mikhael Solor serta laporan keuangan.

Sementara Kakankemenag Flotim, Martinus Tupen Payon mengatakan masyarakat Solor khususnya umat Katolik sangat mendambakan agar SMAK St. Mikhael Solor dapat dinegerikan. Dan semua upaya ke arah tersebut telah dilakukan, sehingga saat ini dilakukan verifikasi lapangan untuk membuktikan semua dokumen terkait proses penegerian. Beliau mempersilahkan Kabid Pendkat Kanwil Kemenag Prov.NTT bersama jajarannya untuk melakukan verifikasi sehingga semuanya dapat diuji dan dibuktikan.

“ kami tentunya berharap hasil yang terbaik dari seluruh rangkaian proses yang sudah dilakukakan termasuk saat verifikasi lapangan hari ini, semoga semuanya lengkap dan memenuhi syarat”, ungkapnya. Selain SMAK St. Mikhael Solor, Tim Verifikasi Penegerian SMAK juga akan melakukan kegiatan verifikasi lapangan di SMAK Sta. Maria Imaculata Adonara di Baniona Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur. Dua Sekolah Menengah Agama Katolik di Kabupaten Flores Timur ini diusulkan untuk proses penegerian SMAK bersama beberapa SMAK lainnya di Indonesia. (***Agus/peter)

bookmark_borderKasubag TU Kemenag Flotim : Pandemi Covid 19 Mestinya Menjadi Berkah

Larantuka (Humas)- Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, S. Fil, MM mengatakan situasi pandemi Covid 19 yang melanda dunia sekarang ini bagi guru semestinya membawa berkah tersendiri dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran kepada para siswa.

“Situasi Pandemi Covid 19 ini mestinya menjadi berkah bagi guru. Dengan situasi belajar entah secara daring maupun luring telah memberikan kesempatan kepada para guru untuk melakukan inovasi dan kreativitas yang kontekstual dalam melakukan kegiatan belajar mengajar “, kata Yosef Aloysius Babaputra.

Hal itu dikatakannya saat membuka kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik tingkat  Sekolah Menengah Pertama Wilayah Adonara, di SMPN Satap Riangduli, Adonara, Rabu (29/07/2020) yang diikuti 31 guru agama Katolik tingkat SMP wilayah Adonara.  Hadir Pula  Camat Witihama, Laurensius Lebu Raya yang juga memberikan dukungan dan peneguhan kepada para guru.

Menurutnya di tengah kesulitan baik dari sisi guru, anak anak maupun orang tua dalam melakukan pembelajaran, para guru semestinya dipacu untuk menemukan sistem dan metode pembelajaran yang kontekstual bagi para siswa.

“Bapa ibu pasti nonton dan liat di media sosial, begitu banyak curhatan para siswa bahkan orang tua terkait proses belajar dari rumah”, jelas Kasubag TU.

Dikatakannya, situasi ini memberi gambaran yang kuat bahwa tanpa bimbingan dan pendampingan yang konsisten dari para guru terhadap anak siswa, pembelajaran tidak memberikan dampak yang maksimal terhadap penguasaan materi atau ilmu. Karenanya, Ia berharap kegiatan MGMP menjadi ruang yang strategis bagi para guru, secara bersama memikirkan untuk menemukan solusi yang tepat terkait metode dan strategi pembelajaran pendidikan agama dalam masa pandemi Covid 19.

Yosef mengingatkan khusus masa pandemi, para guru diarahkan untuk lebih konsentrasi dalam pembelajaran pembentukan karakter siswa.

” pandemi ini menyebabkan kita berada dalam masa darurat. Marilah kita berusaha agar anak didik kita tidak kehilangan orientasi dan semangat dalam belajar teristimewa karakter siswa,. Pandemi sekali lagi seharusnya ada blessing bagi bapa ibu guru. ” ajak Kasubag TU Hadir Pula dalam kegiatan tersebut  Camat Witihama, Laurensius Lebu Raya yang juga memberikan dukungan dan peneguhan kepada para guru agama Katolik. (***Bbp/peter)

bookmark_borderKakan Kemenag Flotim Hadiri Sidang Skripsi STP Reinha Larantuka

Larantuka (Humas) –  Kakan Kemenag Flotim Martinus Tupen Payon, S.Ag bersama kepala Seksi Pendidikan Katolik Leonardus G. Dore, S.Ag pada hari Senin (27 Juli 2020) menghadiri kegiatan Penilaian Pembelajaran Akhir (PPA) Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK) Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Reinha Larantuka.

Kepala Kantor Kemenag Flotim beserta rombongan disambut oleh Ketua STP Reinha, Pater Pater Petrus Tukan, SVD. Pada kesempatan istimewa tersebut Kepala Kantor memberikan dukungan moral secara langsung kepada 17 peserta ujian skripsi tersebut.

“semoga para peserta sidang skripsi STIP Reinha berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan, dan dapat menjadi agen perubahan positif ditengah masyarat dalam bidang keagamaan”, pungkas, Martinus Tupen Payon. (**Agus Tokan)

bookmark_borderYayasan Bunda Dan Taman Seminari St. Arnoldus Yansen Larantuka Diminta Tingkatkan Minat Masyarakat

Larantuka (Humas)  – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur,  Martinus Tupen Payon,  S. Ag,  pada Rabu (19/02/2020) berkesempatan bertemu dengan pengurus Yayasan Bunda Larantuka serta para guru Taman Seminaris St. Arnoldus Yansen. Pertemuan tersebut membahas keberadaan lembaga pendidikan dengan yayasan tempat bernaungnya Taman Seminaris St. Arnoldus Yansen untuk berbagai hal dalam rangka program pendidikan di sekolah tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Katolik,  Leonardus Geleuk Dore, S. Ag dan Pengawas Pendidikan Katolik Kemenag Flotim. Adrianus Bajuga Haliwala,  S. Ag.

Ketua Yayasan Bunda Larantuka Paulus dalam kesempatan tersebut menyampaikan pertemuan dengan Kakankemenag Flotim menjadi moment yang baik untuk menyampaikan tentang adanya perubahanperubahan struktur lembaga Taman Seminaris dimana terdapat pergantian Kepala Taman Seminaris St. Arnoldus Yansen.

“kami dari pihak yayasan sudah mengadakan rapat terbatas untuk menerima permohonan dari ibu Helena untuk bekerja di Taman Seminaris sebagai guru dan setelah itu memutuskan ibu Helena menjadi Kepala Taman Seminaris St. Arnoldus Yansen menggantikan Hika Imelda Wasti natonis,  S. Pd” jelas Paulus. 

Dalam kesempatan tersebut, paulus meminta masukan dari Kepala Kantor Kemenag Flotim agar sekoalah di bawah pembinaan Kemeneterian Agama ini bisa maju bersma.

Sementara dalam kesempatan yang samaKakankemenag Flotim, Martinus Tupen Payon, S. Ag meminta perhatian dari pengurus yayasan dan para guru untuk keberlangsungan Taman Seminaris yang mempunyai kekhasan Katolik di daerah  ini.

“mengelola lembaga pendidikan ini karena ada yayasan dan yayasan harus bersinergi dan membantu perkembangan sekolah ini,  tidak bisa secara sendiri-sendiri tapi harus bekerja sama”, jelasnya.

Soal pengunduran diri KepalaTaman Seminaris yang lama itu menurut Martin Tupen itu hak setiap orang dan yayasan mempunyai kewenangan untuk mengangkat kepala yang baru.  Beliau meminta agar semua pihak dapat bekerjasama bahu membahu demi perkembangan lembaga pendidikan Taman Seminaris St. Arnoldus Yansen.  Kepada Kepala Seksi Pendidikan Katolik dan Pengawas Pendidikan Katolik, Kakankemenag Flotim meminta agar kedepannya segera membentuk kelomok KKG Taman Seminaris sehingga dapat menjadi wadah profesi bagi peningkatan kualitas tenaga pendidik di seluruh taman seminaris di Flotim yang saat ini berjumlah  Empat Taman Seminaris. (***peter)