Tue. Jul 14th, 2020

SILATURAHIM ANGGOTA KOMISI XI DPR RI BERSAMA CIVITAS MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 FLORES TIMUR

MTsN 2 Flotim (Inmas) – Dipertengahan tahun 2020, tepatnya pada hari Senin tanggal 15 Juni,  keluarga besar MTsN 2 Flores Timur menerima kunjungan Silaturahim Ahmad Yohan, M.Si, salah satu Anggota DPR RI Komisi XI Periode 2019-2024. Kegiatan Silaturahim digagas dengan agenda dialog interaktif yang melibatkan seluruh guru dan pegawai pada lembaga pendidikan ini.

Sebelum dilaksanakannya kegiatan dialog interaktif, di beranda kantor Madrasah bersama anggota DPR RI saling bertukar cerita, berbagi pengalaman yang  sesekali diselingi canda tawa menambah suasana kian akrab seolah tanpa sekat pembeda antara pejabat negara dengan masyarakat biasa. Sebuah panorama berbeda sengaja di tampilkan pejabat negara yang kebanyakan memiliki kecenderung Jaim alias jaga image ketika menjalin komunikasi dengan masyarakat umum itu. Pesan yang dapat dipetik dari komunikasi bersahabat ini yaitu manusia pada sejatinya sederajat. Sesaat kemudian obrolan berakhir, dan Kepala Madrasah mengarahkan segenap guru dan pegawai memasuki ruang dialog yang telah dipersiapkan.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Flores Timur mengulas beberapa hal terkait pendidikan generasi Lamakera, siswa Drop Out, kurangnya  perhatian orang tua terhadap pendidikan anak, mahalnya biaya pendidikan, hegemoni budaya lokal yg tergeneral di tengah masyarakat, pendidikan di aras modernitas, hingga efek gemuruh Pandemi Covid 19 terhadap pendidikan. Singkat kata singkat cerita dapat diramu dengan kalimat sederhana yakni adanya problematika pendidikan generasi Lamakera saat ini, terkhusus anak- anak  usia SMP/MTs dan sederajat.

Menanggapi ulasan Kamad tersebut, oleh Anggota DPR RI Komisi XI Kakanda Ahmad Yohan, M.Si  yang lebih familiar dikenal dengan sapaan AYO, memulai pembicaraannya dengan mengulas ulang sejarah pendidikan di lamakera pada masa silam.

Lamakera adalah sebuah perkampungan di ujung pulau Solor Kec. Solor timur, terkenal tanah tandus, negeri para nelayan ternyata mampu menciptakan generasi- generasi cerdas dan hebat di berbagai bidang kehidupan, terkhusus bidang Agama dan Pendidikan Islam. Majunya  pendidikan di Lamakera pada masa itu menarik perhatian para pelajar di NTT dari beberapa daerah berdatangan dengan tujuan menimba ilmu yang kemudian sebagai sarana penyebaran Islam di NTT. beliau juga mengulas bahwa Kantor Departemen Agama di NTT pertama kalinya berada di Lamakera.  Sejarah ini tentunya tidak hanya menarik untuk dongeng sibuyung terlelap tidur, tapi harus tetap di kenang sembari menata ulang demi perkembangan pendidikan generasi Lamakera yg lebih kompeten dalam bidang IPTEK yang bernuansa keIslaman. Sejatinya sejarah ini menjadi motivasi buat generasi penerus Lamakera untuk kembali mendulang masa gemilang yang pernah ditorehkan generasi masa silam.

Sebagai lembaga pendidikan formal, MTsN 2 Flores Timur tentunya harus mampu menemukan formula alternatif, sekaligus solusi berikut realisasi konkret dalam upaya mengentaskan generasi Lamakera usia sekolah yang terpaksa memilih melaut demi pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Untuk menyikapi kondisi ini tentu tidak bisa dilimpahkan sepenuhnya pada pundak para guru, akan tetapi semua kita bergandeng tangan, sehingga harapan untuk mengembalikan kejayaan pendidikan di Lamakera dapat kembali terwujud. Dengan kata lain,  pendidikan dibawah asuhan para guru hanya berlangsung beberapa jam, selebihnya peran orang tua sangat dibutuhkan, karena pondasi awal pendidikan yang ideal dimulai dari keluarga.

Sebelum menutup pembicaraan, AYO yang dibesarkan dari Almamater Madrasah kembali mengajak semua kita bergandeng tangan untuk bergerak dan berkonstribusi demi pengembangan Madrasah dan pendidikan generasi Lamakera kedepan.
Humas MTsN 2 Flotim (15/06/2020).